top of page

Kalkulator eGFR Online: Hitung Fungsi Ginjal dengan CKD-EPI 2021

Gambar penulis: Dana Pramudya
Dana Pramudya
15 Okt
4 menit membaca

Diperbarui: 25 Okt

Kalkulator eGFR ini memperkirakan fungsi ginjal dari hasil tes kreatinin darah. Isi jenis kelamin, usia, dan kadar kreatinin, lalu hasil eGFR beserta kategorinya menurut KDIGO langsung muncul. Angka desimal boleh ditulis dengan koma, dan satuan mg/dL maupun µmol/L sama-sama bisa dipakai.



Apa itu eGFR?

eGFR (estimated glomerular filtration rate) atau laju filtrasi glomerulus terestimasi adalah perkiraan berapa mililiter darah yang disaring oleh ginjal setiap menit. Nilai inilah yang paling sering dipakai dokter untuk menilai fungsi ginjal dan menentukan stadium penyakit ginjal kronik (PGK).

Laju filtrasi yang sebenarnya sulit diukur langsung, sehingga diperkirakan dengan rumus dari kadar kreatinin serum, usia, dan jenis kelamin. Hasilnya dinyatakan dalam mL/menit/1,73 m², yaitu sudah disesuaikan dengan luas permukaan tubuh rata-rata orang dewasa.


Cara menggunakan kalkulator eGFR

  1. Pilih jenis kelamin.

  2. Isi usia dalam tahun (kalkulator ini untuk usia 18 tahun ke atas).

  3. Isi kadar kreatinin serum dari hasil laboratorium, lalu pilih satuannya: mg/dL atau µmol/L.

  4. Opsional: isi cystatin C bila diperiksa, serta tinggi dan berat badan bila ingin melihat eGFR tanpa indeks untuk keperluan dosis obat.

  5. Tekan Hitung eGFR. Hasil, kategori G1–G5, dan penjelasan singkat akan tampil di bawah tombol.


Berapa nilai eGFR normal?

Pada dewasa muda yang sehat, eGFR umumnya 90 mL/menit/1,73 m² atau lebih, dan perlahan menurun seiring bertambahnya usia. KDIGO membagi eGFR ke dalam enam kategori berikut:


Kategori

eGFR (mL/menit/1,73 m²)

Keterangan

G1

≥ 90

Normal atau tinggi

G2

60–89

Penurunan ringan

G3a

45–59

Penurunan ringan–sedang

G3b

30–44

Penurunan sedang–berat

G4

15–29

Penurunan berat

G5

< 15

Gagal ginjal


Penyakit ginjal kronik ditegakkan bila eGFR di bawah 60 mL/menit/1,73 m² selama lebih dari 3 bulan, atau bila ada tanda kerusakan ginjal walaupun eGFR masih normal, misalnya albumin dalam urin (UACR ≥ 30 mg/g), kelainan sedimen urin, atau kelainan struktur ginjal pada pencitraan. Karena itu, eGFR sebaiknya selalu dibaca bersama hasil albumin urin.

Albumin yang bocor ke urin dibahas lebih lengkap di artikel Ginjal Bocor: Apa Itu dan Mengapa Perlu Diwaspadai?.


Rumus yang dipakai: CKD-EPI 2021

Kalkulator ini memakai persamaan CKD-EPI 2021 berbasis kreatinin, yang tidak lagi menggunakan koefisien ras dan dianjurkan oleh pedoman KDIGO 2024:

eGFR = 142 × min(Scr/κ, 1)^α × max(Scr/κ, 1)^-1,200 × 0,9938^usia × 1,012 (bila wanita)

Scr = kreatinin serum (mg/dL)
κ = 0,7 (wanita) atau 0,9 (pria)
α = -0,241 (wanita) atau -0,302 (pria)

Bila kadar cystatin C diisi, kalkulator menampilkan eGFR dari persamaan CKD-EPI 2021 kreatinin–cystatin C, yang umumnya lebih akurat. KDIGO 2024 menyarankan pemeriksaan cystatin C ketika eGFR berbasis kreatinin diperkirakan kurang tepat, misalnya pada massa otot yang sangat besar atau sangat kecil.


Konversi satuan kreatinin

Sebagian besar laboratorium di Indonesia melaporkan kreatinin dalam mg/dL, sebagian lain memakai µmol/L. Rumus konversinya: 1 mg/dL = 88,4 µmol/L. Contoh: 1,2 mg/dL setara 106 µmol/L, dan 150 µmol/L setara 1,70 mg/dL. Kalkulator di atas melakukan konversi ini secara otomatis.


eGFR tanpa indeks untuk dosis obat

Nilai eGFR dalam mL/menit/1,73 m² sudah disesuaikan dengan ukuran tubuh rata-rata. Untuk menyesuaikan dosis obat pada orang yang tubuhnya jauh lebih kecil atau lebih besar dari rata-rata, dokter dan apoteker kadang memakai eGFR tanpa indeks (mL/menit), yaitu eGFR × luas permukaan tubuh ÷ 1,73. Isi tinggi dan berat badan pada kalkulator untuk melihat angka ini. Sebagian label obat masih memakai klirens kreatinin Cockcroft-Gault, jadi tetap ikuti anjuran dokter atau apoteker.


Kapan hasil eGFR kurang akurat?

  • Gangguan ginjal akut, karena kadar kreatinin belum stabil.

  • Kehamilan.

  • Massa otot sangat besar (misalnya binaragawan) atau sangat kecil (malnutrisi, amputasi, kelumpuhan, lansia yang sangat kurus).

  • Konsumsi daging matang dalam jumlah besar atau suplemen kreatin sesaat sebelum tes.

  • Obat yang menghambat sekresi kreatinin, misalnya trimetoprim atau simetidin, yang dapat menaikkan kreatinin tanpa benar-benar menurunkan fungsi ginjal.

  • Usia di bawah 18 tahun; anak memerlukan rumus khusus.


Kapan harus berkonsultasi ke dokter?

Periksakan diri ke dokter bila eGFR di bawah 60, bila eGFR turun cepat dibanding hasil sebelumnya, atau bila ada albumin maupun darah dalam urin. Orang dengan diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga penyakit ginjal sebaiknya memeriksa eGFR dan albumin urin secara berkala, umumnya setidaknya setahun sekali.

Penyakit ginjal kronik juga dapat menyebabkan kurang darah. Baca selengkapnya di Anemia dan Ginjal: Ketika Kurang Darah Berasal dari Ginjal.


Pertanyaan yang sering diajukan

Umumnya 90 mL/menit/1,73 m² atau lebih pada dewasa muda. Nilai 60–89 tanpa tanda kerusakan ginjal lain belum tentu penyakit, terutama pada usia lanjut.

eGFR 50 termasuk kategori G3a (penurunan ringan–sedang). Bila menetap lebih dari 3 bulan, kondisi ini disebut penyakit ginjal kronik dan perlu evaluasi penyebab, pemeriksaan albumin urin, serta pengendalian tekanan darah dan gula darah bersama dokter.

Kreatinin adalah zat sisa metabolisme otot yang diukur di darah. eGFR dihitung dari kreatinin bersama usia dan jenis kelamin, sehingga lebih menggambarkan fungsi ginjal. Kreatinin yang tampak normal bisa saja berarti eGFR sudah turun, misalnya pada lansia atau orang bertubuh kecil.

Bisa, bila penurunannya disebabkan kondisi sementara seperti dehidrasi, efek obat, atau gangguan ginjal akut yang pulih. Pada penyakit ginjal kronik, tujuan utamanya adalah memperlambat penurunan melalui pengendalian tekanan darah dan gula darah serta obat pelindung ginjal sesuai anjuran dokter.

Umumnya tidak wajib. Namun, hindari makan daging matang dalam jumlah besar dan olahraga berat sehari sebelum tes karena keduanya dapat menaikkan kreatinin sementara. Ikuti juga petunjuk laboratorium tempat Anda diperiksa.

Laboratorium mungkin memakai rumus lain, seperti MDRD atau CKD-EPI 2009. Kalkulator ini memakai CKD-EPI 2021 yang dianjurkan KDIGO 2024, sehingga hasilnya bisa sedikit berbeda.


Referensi

  • Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117–S314.

  • Inker LA, Eneanya ND, Coresh J, dkk. New creatinine- and cystatin C–based equations to estimate GFR without race. N Engl J Med. 2021;385:1737–1749.

  • Inker LA, Schmid CH, Tighiouart H, dkk. Estimating glomerular filtration rate from serum creatinine and cystatin C. N Engl J Med. 2012;367:20–29.


Ditinjau oleh: dr. Dana Pramudya, nefrolog · Diperbarui 14 Oktober 2026

Informasi dan kalkulator ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan.


Kalkulator lain di nefrologi.com: Kalkulator PET dan Adekuasi CAPD · Kalkulator Skor Mehran.



 
 
 

Komentar


Mengomentari postingan ini tidak tersedia lagi. Hubungi pemilik situs untuk info selengkapnya.
bottom of page