Kalkulator Skor Mehran: Risiko Nefropati Akibat Kontras
Skor Mehran memperkirakan risiko nefropati akibat kontras (contrast-induced nephropathy/CIN) dan kebutuhan dialisis setelah kateterisasi jantung atau intervensi koroner perkutan (PCI). Centang faktor risiko yang ada, isi volume kontras dan fungsi ginjal, lalu skor serta kategori risikonya langsung muncul.
Apa itu nefropati akibat kontras?
Nefropati akibat kontras adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi setelah pemberian zat kontras beryodium, misalnya saat kateterisasi jantung atau CT scan dengan kontras. Kini kondisi ini juga disebut contrast-associated acute kidney injury (CA-AKI).
Pada studi asli Mehran, nefropati kontras didefinisikan sebagai kenaikan kreatinin serum 25% atau lebih, atau 0,5 mg/dL atau lebih, dalam 48 jam setelah tindakan.
Komponen skor Mehran
Faktor risiko | Poin |
Hipotensi (TD sistolik < 80 mmHg ≥ 1 jam yang memerlukan inotropik) | 5 |
Intra-aortic balloon pump (IABP) | 5 |
Gagal jantung kongestif (NYHA III–IV dan/atau riwayat edema paru) | 5 |
Usia > 75 tahun | 4 |
Anemia (hematokrit < 39% pada pria, < 36% pada wanita) | 3 |
Diabetes melitus | 3 |
Volume kontras | 1 per 100 mL |
Kreatinin serum > 1,5 mg/dL | 4 |
atau eGFR 40–59 / 20–39 / < 20 mL/menit/1,73 m² | 2 / 4 / 6 |
Fungsi ginjal dinilai dengan salah satu cara saja: kreatinin atau eGFR. eGFR bisa dihitung lebih dulu dengan Kalkulator eGFR.
Interpretasi skor Mehran
Skor | Kategori | Risiko nefropati kontras | Risiko dialisis |
≤ 5 | Rendah | 7,5% | 0,04% |
6–10 | Sedang | 14,0% | 0,12% |
11–15 | Tinggi | 26,1% | 1,09% |
≥ 16 | Sangat tinggi | 57,3% | 12,6% |
Mencegah nefropati akibat kontras
Nilai fungsi ginjal (eGFR) sebelum tindakan, terutama pada pasien dengan penyakit ginjal kronik, diabetes, gagal jantung, atau usia lanjut.
Berikan hidrasi intravena dengan cairan isotonik sebelum dan sesudah tindakan pada pasien berisiko, sesuai protokol rumah sakit dan kondisi jantung pasien.
Gunakan volume kontras seminimal mungkin, dengan kontras iso-osmolar atau low-osmolar.
Hentikan sementara obat yang dapat memperberat gangguan ginjal, misalnya obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), bila memungkinkan.
N-asetilsistein dan natrium bikarbonat tidak terbukti lebih baik daripada plasebo dan salin pada uji PRESERVE (2018).
Periksa ulang kreatinin 48–72 jam setelah tindakan pada pasien berisiko.
Keterbatasan skor Mehran
Skor ini dikembangkan pada lebih dari 8.000 pasien PCI dan diterbitkan tahun 2004. Skor ini tidak dirancang untuk kontras intravena seperti CT scan, yang umumnya berisiko lebih rendah. Pada 2021, tim yang sama menerbitkan skor Mehran-2 yang lebih baru untuk pasien PCI.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa skor Mehran yang dianggap tinggi?
Skor 11–15 termasuk risiko tinggi (sekitar 26% mengalami nefropati kontras pada studi asli), dan skor 16 atau lebih termasuk risiko sangat tinggi (sekitar 57%).
Apakah skor Mehran bisa dipakai untuk CT scan dengan kontras?
Skor ini dibuat untuk kateterisasi jantung dan PCI. Untuk kontras intravena seperti CT scan, risikonya umumnya lebih rendah, dan penilaian biasanya berdasarkan eGFR serta kondisi klinis sesuai pedoman radiologi.
eGFR mana yang dipakai?
Studi asli memakai eGFR rumus MDRD. Dalam praktik, eGFR dari laboratorium atau dari Kalkulator eGFR (CKD-EPI 2021) dapat dipakai sebagai perkiraan.
Kapan kreatinin perlu diperiksa ulang setelah tindakan?
Pada pasien berisiko, kreatinin umumnya diperiksa ulang 48–72 jam setelah pemberian kontras.
Apakah perlu minum banyak air sebelum kateterisasi?
Ikuti anjuran dokter. Pasien berisiko biasanya mendapat cairan infus sesuai protokol. Pasien dengan gagal jantung atau yang menjalani pembatasan cairan sebaiknya tidak menambah asupan cairan sendiri.
Referensi
Mehran R, Aymong ED, Nikolsky E, dkk. A simple risk score for prediction of contrast-induced nephropathy after percutaneous coronary intervention. J Am Coll Cardiol. 2004;44(7):1393–1399.
Mehran R, Owen R, Chiarito M, dkk. A contemporary simple risk score for prediction of contrast-associated acute kidney injury after percutaneous coronary intervention: derivation and validation from an observational registry. Lancet. 2021;398(10315):1974–1983.
Weisbord SD, Gallagher M, Jneid H, dkk. Outcomes after angiography with sodium bicarbonate and acetylcysteine. N Engl J Med. 2018;378:603–614.
Davenport MS, Perazella MA, Yee J, dkk. Use of intravenous iodinated contrast media in patients with kidney disease: consensus statements from the American College of Radiology and the National Kidney Foundation. Radiology. 2020;294(3):660–668.
Ditinjau oleh: dr. Dana Pramudya, nefrolog · Diperbarui 15 Oktober 2026
Informasi dan kalkulator ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan.


Komentar