Kalkulator PET dan Adekuasi CAPD (Kt/V Urea Mingguan)
Kalkulator ini membantu menilai dua hal pada pasien dialisis peritoneal (CAPD/APD): tipe transpor membran peritoneum dari hasil Peritoneal Equilibration Test (PET), dan adekuasi dialisis dalam bentuk Kt/V urea mingguan. Pilih tab PET atau Kt/V, isi hasil laboratorium, lalu tekan Hitung.
Apa itu PET (Peritoneal Equilibration Test)?
PET adalah tes standar untuk mengetahui seberapa cepat zat sisa dan glukosa berpindah melalui membran peritoneum. Hasilnya menentukan tipe transpor pasien, yang menjadi dasar pemilihan lama dwell, volume, jenis cairan, dan pilihan antara CAPD atau APD.
Dua parameter utamanya adalah rasio kreatinin dialisat terhadap plasma pada jam ke-4 (D/P kreatinin) dan rasio glukosa dialisat jam ke-4 terhadap jam ke-0 (D/D0 glukosa).
Cara melakukan PET standar
Malam sebelumnya, lakukan dwell 8–12 jam dengan cairan yang biasa dipakai.
Pagi hari, keluarkan cairan malam selama sekitar 20 menit dalam posisi duduk.
Masukkan 2 L cairan dekstrosa 2,5% dengan pasien berbaring. Saat infus selesai dihitung sebagai jam ke-0. Gunakan dekstrosa 4,25% bila ingin menilai kapasitas ultrafiltrasi.
Ambil sampel dialisat pada jam ke-0, ke-2, dan ke-4, serta sampel darah pada jam ke-2.
Pada jam ke-4, keluarkan seluruh cairan dan ukur volumenya.
Periksa kadar kreatinin dan glukosa pada semua sampel.
Tipe transpor peritoneum
Klasifikasi berdasarkan Twardowski (1987):
Tipe transpor | D/P kreatinin jam ke-4 | D/D0 glukosa jam ke-4 | Implikasi |
Tinggi | ≥ 0,82 | ≤ 0,25 | Klirens cepat, UF buruk pada dwell panjang; dwell pendek (APD), icodextrin untuk dwell panjang |
Rata-rata tinggi | 0,65–0,81 | 0,26–0,38 | CAPD atau APD standar |
Rata-rata rendah | 0,50–0,64 | 0,39–0,49 | CAPD standar; volume lebih besar bila fungsi ginjal sisa menurun |
Rendah | < 0,50 | ≥ 0,50 | UF baik, klirens lambat; dwell panjang dan volume besar |
Bila kreatinin dialisat diperiksa dengan metode Jaffe, glukosa yang tinggi dalam dialisat dapat membuat kadar kreatinin tampak lebih tinggi. Tanyakan faktor koreksi ke laboratorium dan masukkan pada opsi koreksi di kalkulator.
Ultrafiltrasi dan kegagalan ultrafiltrasi
Ultrafiltrasi bersih adalah volume cairan keluar dikurangi volume cairan masuk. Menurut rekomendasi ISPD 2021, ultrafiltrasi bersih kurang dari 400 mL setelah dwell 4 jam dengan dekstrosa 4,25% menandakan kapasitas ultrafiltrasi tidak memadai dan perlu dievaluasi lebih lanjut.
Adekuasi CAPD: Kt/V urea mingguan
Kt/V urea menggambarkan dosis dialisis, yaitu berapa kali volume air tubuh dibersihkan dari urea dalam seminggu. Pada dialisis peritoneal, nilainya merupakan jumlah klirens dari dialisis (peritoneal) dan dari fungsi ginjal sisa (renal):
Kt/V peritoneal = (ureum dialisat 24 jam ÷ ureum plasma) × volume dialisat 24 jam (L) × 7 ÷ V
Kt/V ginjal = (ureum urin 24 jam ÷ ureum plasma) × volume urin 24 jam (L) × 7 ÷ V
V (rumus Watson)
Pria = 2,447 − 0,09516 × usia + 0,1074 × tinggi (cm) + 0,3362 × berat (kg)
Wanita = −2,097 + 0,1069 × tinggi (cm) + 0,2466 × berat (kg)Nilai acuan yang lazim dipakai adalah Kt/V urea total minimal 1,7 per minggu. Pedoman ISPD 2020 menegaskan bahwa angka ini tidak menjamin dialisis yang cukup bagi setiap pasien. Bila gejala uremia, status volume, dan nutrisi terkendali, preskripsi tidak perlu diubah hanya demi mengejar angka target.
Cara menampung dialisat dan urin 24 jam
Kumpulkan semua cairan dialisat yang keluar selama 24 jam, termasuk cairan dwell malam, lalu catat total volumenya.
Ambil sampel dari campuran seluruh cairan tersebut untuk pemeriksaan ureum (dan kreatinin bila diminta).
Bila masih berkemih, tampung seluruh urin selama 24 jam yang sama dan catat volumenya.
Ambil darah untuk ureum plasma pada hari yang sama.
Gunakan satuan yang sama untuk ureum plasma, dialisat, dan urin.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan PET pertama sebaiknya dilakukan?
Umumnya sekitar 4–8 minggu setelah memulai dialisis peritoneal, saat membran sudah stabil. PET diulang bila ada masalah klinis, misalnya ultrafiltrasi berkurang atau tanda dialisis kurang adekuat.
Berapa target Kt/V pada CAPD?
Nilai acuan yang lazim adalah Kt/V urea total minimal 1,7 per minggu (gabungan peritoneal dan ginjal). Menurut ISPD 2020, nilai ini dinilai bersama gejala, status volume, dan nutrisi, bukan sebagai satu-satunya target.
Apa beda PET dengan tes adekuasi?
PET menilai sifat membran peritoneum dalam satu dwell 4 jam. Tes adekuasi menilai dosis dialisis total dari seluruh pertukaran selama 24 jam ditambah fungsi ginjal sisa.
Mengapa fungsi ginjal sisa ikut dihitung?
Urin yang masih keluar ikut membersihkan zat sisa dan cairan. Fungsi ginjal sisa juga berhubungan dengan kelangsungan hidup pasien dialisis peritoneal, sehingga perlu dijaga, misalnya dengan menghindari obat yang merusak ginjal.
Boleh memakai BUN, bukan ureum?
Boleh, karena yang dihitung adalah rasio. Syaratnya, plasma, dialisat, dan urin memakai jenis pemeriksaan dan satuan yang sama.
Referensi
Twardowski ZJ, Nolph KD, Khanna R, dkk. Peritoneal equilibration test. Perit Dial Bull. 1987;7:138–147.
Brown EA, Blake PG, Boudville N, dkk. International Society for Peritoneal Dialysis practice recommendations: prescribing high-quality goal-directed peritoneal dialysis. Perit Dial Int. 2020;40(3):244–253.
Morelle J, Stachowska-Pietka J, Öberg C, dkk. ISPD recommendations for the evaluation of peritoneal membrane dysfunction in adults: classification, measurement, interpretation and rationale for intervention. Perit Dial Int. 2021;41(4):352–372.
Watson PE, Watson ID, Batt RD. Total body water volumes for adult males and females estimated from simple anthropometric measurements. Am J Clin Nutr. 1980;33:27–39.
Baca juga: Mengenal Peritoneal Dialisis.
Ditinjau oleh: dr. Dana Pramudya, nefrolog · Diperbarui 15 Oktober 2026
Informasi dan kalkulator ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun konsultasi dengan tenaga kesehatan.


Komentar